Rabu, 01 Mei 2013

PEMERIKSAAN DALAM (PD)


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin yang lamanya 280 hari 40 minggu . Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional sang ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga .
Setelah usia kehamilan cukup bulan saatnya ibu melahirkan anaknya . Peran petugas kesehatan adalah memantau persalinan seperti memantau pembukaan serviks dengan dilakukannya pemeriksaan dalam .
            Sebelum melakukan pemeriksaan dalam terlebih dahulu mencuci tangan kemudian minta ibu untuk berkemih dan mencuci area genitalia. Jelaskan kepada ibu setiap langkah yang akan dilakukan. Hal – hal yang perlu dinilai pada saat melakukan pemeriksaan dalam adalah vulva vagina, konsistensi porsio dan pembukaan serviks, air ketuban, presentasi dan posisi janin, penurunan bagian terbawah janin, penyusupan kepala janin / molase dan bagian terbawah dari janin lainnya.

  1. Tujuan
1.      Untuk mendeteksi dini adanya komplikasi
2.      Memantau jalannya persalinan apakah masih fisiologis atau sudah termasuk patologis
3.      Memantau pembukaan serviks
4.      Menilai penurunan bagian terendah dari janin
5.      Memantau keadaan ketuban sudah pecah atau masih utuh




BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian
Periksa Dalam (PD) merupakan pemeriksaan rutin dalam ilmu kebidanan dan kandungan selain inspeksi (pemeriksaan dari luar). Pada dasarnya pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kehamilan dan kelainan lain pada organ reproduksi, sehingga berbagai risiko atau dampak negatife pada kehamilan yang muncul bisa ditangani.
Untuk memantau kehamilan, PD umumnya dilakukan pertama kali pada usia kandungan sekitar 34-36 minggu. PD dilakukan dokter/bidan untuk menilai kapasitas atau ukuran panggul, apakah tergolong cukup luas, sedang, atau sempit untuk dilalui janin. Dengan begitu, dokter/bidan dapat memprediksi apakah persalinan dapat dilakukan normal atau tidak.
PD dilakukan kembali pada usia kehamilan 38-40 minggu, dan menjelang persalinan. Saat itu, Anda biasanya mulai mengalami mulas secara teratur. Kali ini PD bertujuan untuk memantau atau menilai kemajuan persalinan, besarnya pembukaan mulut rahim, sudah mencapai pembukaan berapa, atau sejauh mana pembukaannya.
Langkah – langkah akan melakukan pemeriksaan dalam ( VT ) :
1.      Mencuci tangan
Tangan dicuci sebersih mungkin dengan sabun atau cairan desinfektan, kuku di potong pendek dan dibersihkan sisa kotoran. Dengan sabun bersihkan tangan, lengan bawah & lengan atas smp 5 cm di atas siku selama 1 menit kemudian siram dengan air.
2.      Memakai sarung tangan steril
Sewaktu memasukkan sarung tangan jangan sampai tangan menyentuh bagian luar sarung tangan.
3.      Ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri membuka labia sedang tangan kanan mengambil kapas yang direndam dengan air DTT dan menghapus vulva dari atas ke bawah. Dengan labia yg masih di buka jari tengah tangan kanan di masukkan ke dalam vagina dengan menekankan ke arah komisura post kemudian diikuti jari telunjuk.
4.      Setelah kedua jari tangan kanan masuk, tangan kiri dipindahkan ke atas simpisis untuk menekan bagian bawah janin. Jangan sekali- kali mengeluarkan jari yang telah masuk dalam vagina sebelum pemeriksaan selesai.
Hal – hal yang perlu dinilai pada saat pemeriksaan dalam yaitu :
1.      Vulva Vagina
Ibu ditempatkan pada posisi yang memudahkan untuk inspeksi dan pemeriksaan. Kekerapan pemeriksaan vagina selama persalinan dapat meningkatkan morbiditas infeksi khususnya pada kasus ketuban pecah dini.
2.      Konsistensi Portio
Konsistensi portio menjadi tipis dan lunak bahkan tidak teraba saat pembukaan lengkap.
3.      Pembukaan Serviks
Dilatasi serviks ditentukan dengan memperkirakan diameter rata-rata bukan serviks. Dilatasi serviks ditentukan dengan pemeriksaan VT dan dinyatakan dengan diameter serviks.
4.      Air Ketuban ( utuh/pecah)
Bila cairan ketuban pecahnya diragukan, masukkan speculum dengan hati-hati ,dan cairan dicari di fornik posterior. Cairan diperiksa untuk mengetahui adanya warna atau mekonium.
5.      Presentasi dan posisi janin
6.      Penurunan bagian terbawah janin
7.      Ketinggian bagian terbawah janin dijalan lahir
Digambarkan dalam hubungannya dengan spina ischiadika yang terletak diantara pintu atas panggul dan pintu bawah panggul
8.      Penyusupan kepala janin / molase
9.      Bagian terbawah lain dari janin
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan dalam :
1.      Keadaan Perineum
Pada primipara perineum utuh dan elastis. Pada multipara tidak utuh, longgar dan lembek. Untuk menentukan dengan menggerakkan jari dalam vagina ke bawah dan ke samping. Dengan cara ini juga diketahui otot levator ani normal teraba elastis .
2.      Sistokel Dan Rektokel
Sistokel adalah benjolan pada dinding depan vagina yg disebabkan oleh kelemahan dinding belakang kandung kemih.
Rektokel adalah benjolan pd dinding belakang vagina disebabkan oleh kelemahan dinding depan rektum. Diakibatkan oleh persalinan yang berulang terutama ada robekan perineum atau bersamaan dg prolapsus uteri. 
3.      Pengeluaran Pervaginaan
Lendir campur darah, cairan ketuban, darah berasal dari robekan jalan lahir, plasenta previa, sol plasenta, mekoneum, cairan putih kekuningan akibat radang serviks atau monilia vagini , cairan hijau kekuningan karena trikhomonas.
4.      Serviks
Perlu diperhatikan pembukaan, penipisan, robekan serviks dan kekakuan serviks. Pembukaan ditentukan & diukur dg kedua jari. Kalau pemb > 6 cm lebih muda diukur dari forniks lateralis dg cara berapa cm lebar yg masih tersisa. Menentukan penipisan kadang sukar terutama kalau serviks menempel di bag bawah janin. Keadaan normal serviks lembut & elastic.
5.      Ketuban
Tentukan ketuban utuh atau tidak, di ketahui bila pemeriksaan dilakukan selagi ada his. Bagaimana keadaan ketuban .
6.      Presentasi, titik penunjuk dan posisi
Presentasi kepala diketahui bila teraba bag bulat dan keras, tulang parietal, sutura sagitalis, ubun-ubun besar atau ubun-ubun kecil. Posisi kepala yang perlu ditentukan adalah letak ubun-ubun kecil terhadap panggul ibu.
7.      Turunnya kepala
Untuk menentukan di mana turunnya kepala diperkirakan dg pemeriksaan luar dan dipastikan dg pemeriksaan dalam. Untuk menentukan sampai di mana turunnya kepala ditentukan dg bidang Hodge.

B.     Keuntungan
·                                 Untuk menentukan apakah penderita benar dalam keadaan inpartu
·                                 Untuk menentukan faktor janin dan panggul
·                                 Menentukan ramalan persalinan
C.    Indikasi
·                                 Primipara, kehamilan 36 mg bagian bawah janin belum masuk PAP
·                                 Menentukan kemajuan persalinan
·                                 Ketuban pecah sedang bagian bawah janin masih tinggi
·                                 Menentukan tindakan
D.    Kontraindikasi
·                                 Perdarahan
·                                 Plasenta previa
·                                 Ketuban pecah dini
·                                 Persalinan preterm
Melakukan dan mendokumentasikan pemeriksaan dalam
  1. Kerendahan hati / kenyamanan
-          Jangan meremehkan kemungkinaan rasa malu
-          Tutup bag bawah ibu dg selimut
-          Pastikan pintu / tirai tertutup
  1. Prosedur
Sebelum pemeriksaan
-          Yakinkan kandungan kemih ibu kosong
-          Palpasi abdomen dulu. Ini adalah kebiasaan baik yang harus dikerjakan.
-          Jangan pernah melakukan periksa dalam selama konstruksi karena sangat sensitive, nyeri dan mengimobilisasi ibu.
-          Duduklah disebelah ibu dan bercakap dengannya untuk membantunya relaks sebelum pemeriksaan.
Selama pemeriksaan
-          Bidan harus menerangkan apa yang ia kerjakan dan memeriksa apakah ibu dalam keadaan baik.
-          Semua bidan harus waspada terhadap bahasa tubuhnya sendiri, hindari ekspresi cemas, kecewa atau lepas dari apa yang sedang terjadi.
-          Waspadalah terhadap bahasa tubuh ibu dan pastikan ia merasa baik – baik saja.
Setelah pemeriksaan
-          Dengarlah denyut jantung janin.
-          Berilah ucapan selamat karena ia dapat menghadapi pemeriksaan dengan baik dan berilah kata – kata positif meskipun bila ada sedikit kelainan.
-          Diskusikan temuan dengan ibu. Bila dilakukan pendekatan yabg sensitive dan temuannya merupakan berita baik, maka dapat mengangkat semangat ibu dan menenangkannya, bila tidak ditangani dengan sensitive atau beritanya buruk maka pemeriksaan bisa menjadi bencana atau pengalamn negative.
-          Bereskan alat dengan baik dan cuci tangan.
-          Dokumentasikan temuan anda
E.     Contoh Kasus :
Ibu Roy 22 th G1P0A0 hamil cukup bulan datang ke bidan Yesica Pada tanggal 10 Agustus 2011 jam 10,00 pagi. Ia mengeluh rasa kenceng-kenceng sejak malam hari makin lama makin sakit. Bidan melakukan pemeriksaan hasilnya Janin tunggal ,presentasi kepala penurunan 4/5 , His 2x/10mnt 30 dtk.DJJ 130x/mnt.pembukaan 2 cm, selaput ketuban utuh, tidak ada molase tulang kepala . Tekanan darah ibu 125/80,nadi 88/mnt suhu 36,7˚ C. Setelah selesai melakukan pemeriksaan yang dilakukan ibu bidan  adalah hasil pemantauan :
Pukul 10,00 : DJJ 138x/mnt nadi 80x/mnt, His 2x/10mnt.
Pukul 10,30 : DJJ 130x/mnt nadi 80x/mnt, His 2x/10mnt
Pukul 11.00 : DJJ 130x/mnt nadi 88x/mnt, His 2x/10mnt
Pukul  11.30 : DJJ 138x/mnt nadi 80x/mnt, His 2x/10mnt 
Pukul 12,00 : DJJ 140x/mnt nadi 84x/mnt, His 3x/10mnt, 40 dtk ibu makan 1 porsi habis, BAK 300cc
Pukul 12.30 : DJJ 144x/mnt nadi 80x/mnt, His 2x/10mnt. 40 dtk
Pukul 13.00 : DJJ 138x/mnt nadi 80x/mnt, His 2x/10mnt lamanya 35 dtk
Pukul 13,30 : DJJ 138x/mnt nadi 80x/mnt, His 2x/10mnt lamanya 35 dtk
Pukul 14,00 : DJJ 138x/mnt nadi 80x/mnt, His 4x/10mnt  lamanya 40 dtk.Penurunan kepala 2/5 .Pembukaan 7 cm : selaput ketuban utuh tidaka ada molase tulang kepala . Tensi 125/80 , suhu 36,5˚ C.ibu berkemih 200 cc
Pukul 14.30 DJJ 134x/mnt,His 4x/10mnt,lamanya 45 dtk nadi 84x/mnt
Pukul 15.00 : 134x/mnt,His 5x/10mnt,lamanya 45 dtk nadi 100x/mnt
Pukul 15.30 : 144x/mnt,His 5x/10mnt,lamanya 45 dtk nadi 84x/mnt
Pukul 16.00 : 144x/mnt,His 5x/10mnt,lamanya 45 dtk nadi 84x/mnt
Tidak lama setelah Pd, keluar cairan per vaginam jernih. Ibu mengatakan ingin BAB .Tampak Doran teknus perjol Vulka. Penurunan kepala 0/5 Hasil PD pembukaan lengkap, kepala didasar panggul. Bidan memimpin meneran . Jam16,30 Bayi lahir perempuan,3100,panjang 48 cm dan menangis spontan.
F.     Pembahasan Kasus :
Dilakukannya pemeriksaan yaitu :
  • Hasil pemeriksaan menyatakan janin yang dikandung tunggal
  • Penurunan kepala janin 4/5 bagian tidak ada molase tulang kepala
  • Dilakukan VT pembukaan serviks 2cm
  • Pemeriksaan ketuban masih utuh



BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Pemeriksaan dalam pada dasarnya dilakukan untuk memantau kehamilan dan kelainan lain pada organ reproduksi, sehingga berbagai risiko atau dampak negatife pada kehamilan yang muncul bisa ditangani.
PD dilakukan kembali pada usia kehamilan 38-40 minggu, dan menjelang persalinan. Kali ini PD bertujuan untuk memantau atau menilai kemajuan persalinan, besarnya pembukaan mulut rahim, sudah mencapai pembukaan berapa, atau sejauh mana pembukaannya. Hal – hal yang perlu dinilai pada saat melakukan pemeriksaan dalam adalah vulva vagina, konsistensi porsio dan pembukaan serviks, air ketuban, presentasi dan posisi janin, penurunan bagian terbawah janin, penyusupan kepala janin / molase dan bagian terbawah dari janin lainnya.
  1. Saran
Bagi Bidan
Saat melakukan pemeriksaan dalam sebaiknya bidan memposisikan ibu dengan posisi nyaman. Selain itu bidan juga harus memperhatikan kebersihan saat melakukan pemeriksaan dalam seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sampai bersih, menggunakan sarung tangan steril dan jangan lupa memberi tahu ibu tindakan yang akan dilakukan. Bidan juga harus memperhatikan saat ibu merasakan kontraksi agar idak melakukan pemeriksaan dalam karena akan membuat ibu merasa lebih sakit.




DAFTAR PUSTAKA

1.      Nurasiah, Ai, Ani Rukmawati, dkk. 2012. Asuhan Persalinan Normal Bagi Bidan. Bandung: Revika Aditama.
2.      Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar