Rabu, 01 Mei 2013

SAKARATUL MAUT/ SEKARAT


A.    PENGERTIAN SAKARATUL MAUT / SEKARAT
Sakaratul maut / sekarat adalah merupakankondisi pasien saatsedang menghadapi kematian,yang memiliki berbagai hal tertentu untuk meninggal. Kematian (death) secaara klinis merupakan kondisi terhentinya pernapasan , nadi, dan tekanan darah serta hilangnya respon terhadap stimuluseksternal, ditandaidengan aktifitas listrik otak terhenti, atau jugadapat di katakan terhentinya fyngsi jantung dan paru-paru secara menetap atau terhentinya kerja otak secara menetap. Dying dan death memiliki proses atau tahapan  yang sama sepaerti pada  tahap kehilangan dan berduka sesuai dengan tahapan kubler ross, yaotu diawali dengan penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan penerimaan.

B.     PERUBAHAN TUBUH SETELAH KEMATIAN
Terdapat beberapa perubahan tubuh setelah kematian, diantaranya rigor mortis (kaku ) dapat terjadi sekitar2-4 jam setelah kematian, algor mortis ( dingin ) suhu tubuh perlahan turun, dan post mortem decomposition yaitu terjadi livor mortis pada daerah yang tertekan  serta jaringan melunaknya jaringan dapat menimbulkan banyak bakteri.

C.     PENDAMPINGAN PASIEN SAKARATUL MAUT / SEKARAT
1.      Dasar Teori
Perawatan pasien yang akan meninggal dilakukan dengan cara memberi pelayanan khusus jasmaniah dan rohaniah sebelum pasien meninggal. Tujuannya adalahmemberi rasatenang dan rasa puas jasmaniah  dan rohaniah kepada pasien  dan keluarganya, memberi ketenangan  dan kesan yang baik kepada pasien disekitarnya.

2.      Persiapan Alat
a.       Sediakan tempat tersendiri
b.      Alat-alat pemberian O²
c.       Alat resusitasi
d.      Alat untuk pemeriksaan vital sign
e.       Pinset
f.       Kasa, air matang, kom/gelas untuk membasahi bibir
g.      Alat tulis

3.      Prosedur
a.       Memberiyahu pada keluarga tentang tindakan yang akan di lakukan
b.      Mendekatkan alat
c.        Memisahkan pasien dengan pasien yang lain
d.      Mengijinkan keluarga untuk mendampingi, pasiewn tidak bolehdi tinggalkan sendiri
e.       Membersihkan pasien dari keringat
f.       Mengusahakan lingkungan  tenang, berbicara dengan suara lembut dan penuh perhatiana, serta tidak tertawa-tawaatau bergurau di sekitar pasien
g.      Membasahi bibirpasien dengan kassa lembab, bila tampak kering menggunakan pinset
h.      Membantu melayani dalam upacara keagamaan
i.        Mengobserfasi tanda-tanda kehidupan ( vital sign ) terus menerus
j.        Mencuci tangan
k.      Melakukan dokumentasi tindakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar